Minggu, 27 September 2009

Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Definisi
Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompok kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling kerjasama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran.

Model pembelajaran kooperatif dikembangkan berdasarkan teori belajar kooperatif kontruktivis. Hal ini terlihat pada salah satu teori Vigotsky yaitu penekanan pada hakikat sosiokultural dari pembelajaran Vigotsky yakni bahwa fase mental yang lebih tinggi pada umumnya muncul pada percakapan atau kerjasama antara individu sebelum fungsi mental yang lebih tinggi terserap dalam individu tersebut. Implikasi dari teori vigotsky dikehendakinya susunan kelas berbentuk kooperatif.

Model Pembelajaran kooperatif sangat berbeda dengan model pengajaran langsung. Di samping model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai hasil belajar akademik, model pembelajaran kooperatif juga efektif untuk rnengembangkan keterampilan sosial siswa. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalarn membantu siswa memahami konsep konsep yang sulit. Para pengembang model ini telah menunjukkan bahwa model struktur penghargaan kooperatif telah dapat meningkatkan penilaian siswa pada belajar akademik, dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar. Dalam banyak kasus, norma budaya anak muda sebenarnya tidak menyukai siswa siswa yang ingin menonjol secara akademis. Robert Slavin dan pakar lain telah berusaha untuk mengubah norma ini rnelalui penggunaan pembelajaran kooperatif.

Di samping mengubah norma yang berhubungan dengan hasil belajar, pembelajaran kooperatif dapat memberikan keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas kerja bersama menyelesaikan tugas tugas akademik, siswa kelompok atas akan menjadi tutor bagi siswa kelompok bawah, jadi memperoleh bantuan khusus dari teman sebaya, yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama. Dalam proses tutorial ini, siswa kelompok atas akan meningkat kemapuan akademiknya karena memberi pelayanan sebagai tutor rnembutuhkan pemikiran lebih dalam tentang hubungan ide ide yang terdapat di dalam materi tertentu.

Tujuan penting lain dari pembelajaran kooperatif adalah untuk rnengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Keterampilan ini amat penting untuk dimiliki di dalam masyarakat di mana banyak kerja orang dewasa sebagian besar dilakukan dalam organisasi yang saling bergantung sama lain dan di mana masyarakat secara budaya semakin beragam. Sementara itu, banyak anak muda dan orang dewasa masih kurang dalam keterampilan sosial. Situasi ini dibuktikan dengan begitu sering pertikaian kecil antara individu dapat mengakibatkan tindak kekerasan atau betapa sering orang menyatakan ketidakpuasan pada sa at diminta untuk bekeda dalarn situasi kooperatif

Dalam pembelajaran kooperatif tidak hanya mempelajari materi saja. Namun siswa juga harus mempelajari keterampilan-keterampilan khusus yang disebut keterampilan kooperatif. keterampilan kooperatif ini berfungsi untuk melancarkan hubungan, kerja dan tugas. Peranan hubungan kerja dapat di bangun dengian mengembangkan komunikasi antar anggota kelompok sedangkan peranan tugas dilakukan dengan membagi tugas antar anggota kelompok selama kegiatan.

Keterampilan keterampilan kooperatif tersebut antara lain sebagai berikut ( Lundgren, 1994)
Keterampilan kooperatif tingkat awal
Meliputi: (a) menggunakan kesepakatan; (b) menghargai kontribusi; (c) mengambil giliran dan berbagi tugas; (d) berada dalam kelompok; (e) berada dalam tugas; (f) mendorong partisipasi; (g) mengundang orang lain untuk berbicara; (h) menyelesaikan tugas pada waktunya; dan (i) menghormati perbedaan individu.

Keterampilan kooperatif tingkat menengah
Meliputi: (a) menunjukkan penghargaan dan simpati; ( b) mengungkapkan ketidaksetujuan dengan cara yang dapat diterima; (c) mendengarkan dengan aktif; (d) bertanya; (e) membuat ringkasan; (f) menafsirkan; (g) mengatur dan mengorganisir; (h) menerima, tanggung jawab; (i) mengurangi ketegangan

Keterampilan kooperatif tingkat mahir
Meliputi: (a) mengelaborasi; (b) memeriksa dengan cermat; (c) menanyakan kebenaran; (d) menetapkan tujuan; (e) berkompromi

Tingkah Laku mengajar ( Sintaks)

Terdapat langkah utama atau tahapan di dalam pelajaran yang menggunakan pembeiajaran kooperatif yaitu:
1. pelajaran di mulai dengan guru menyampaikan tujuan pelajaran dan memotivasi siswa
belajar.
2. Penyajian informasi, seringkali dengan bahan bacaan daripada secara verbal.
3. Selanjutnya siswa dikelompokkan ke dalam tim tim belajar.
4. Bimbingan guru pada saat siswa bekerja bersama untuk menyelesaikan tugas bersama
mereka.
5. Presentase hasil akhir kerja kelompok, atau evaluasi tentang apa yang telah mereka pelajari
6. Memberi penghargaan terhadap usaha usaha kelompok maupun individu.

Senin, 09 Februari 2009

The Kindle 2: Bentuk buku masa depan



The Kindle 2: the ebook could be the future of books
The Kindle 2 is thin, fast, and far better than reading from a computer screen but does Amazon's new eBook beat a real book? Tom Leonard beats the crowds in New York to have a look.



If this is the future of literature, then I can only say I'm very glad I didn't drop it. More illuminated medieval manuscript than airport novel, the wafer-thin Kindle 2 sits in your hand like a small, fragile bird. Wrap this one up in your beach towel and forget about it at your peril.
Amazon calls the flat panel its "purpose-driven reading device" but it's hard to work out whether it's really a book designed by a computer lover or a computer designed by a book lover.
In its monochrome simplicity – white surround, grey screen, black text – seems to be saying that it wants to be a book. But its technical wizardry – the 60-second internet synching and built-in dictionary - speaks instead of its computer aspirations.
Fans of iPods, iPhones and BlackBerrys will be reassured by the tininess of the buttons and the six-inch diameter screen. The keyboard appears to have been designed for a dormouse.
But it is quick. I was able to download (for the price of $9.99) a copy of the popular novel The Guernsey Literary and Potato Peel Pie Society in about 30 seconds. If I wanted to break off and, say, peel potatoes, the Kindle could read to me in a voice like a speeded up Stephen Hawking. Fine for a text book, maybe, but not Gone With The Wind.
The page turning button works smoothly but, personally, I'd rather see more than four paragraphs on the page at a time. The literary experience becomes something like reading a rather long text message, and then another, and another.
But – and it's an important but – it is much more pleasant than reading from a computer. There is virtually no screen glare and there are 16 shades of grey for background.
Optimistically for publishers and writers, you can see why fans say it has encouraged them to read more widely. For those who won't miss the feel, the weight and – of course – the smell of a book, Kindle may do the trick.