Jumat, 30 April 2010

Pembalikan Medan Magnetik Bumi

Menyaksikan kedahsyatan bencana alam tanggal 26 Desember 2004 lalu, banyak orang mencari sebab terjadinya ketidakstabilan lempengan Bumi. Peringatan tentang kiamatnya dunia, ilmuwan amatir percaya bahwa pembalikan medan magnet Bumi ada kaitannya dengan bencana ini.

Para ilmuwan telah mengamati perubahan arah magnet Bumi yang sekarang sedang terjadi sebagaimana telah terjadi di masa silam. Situs web NASA memuat peta tentang perubahan arah Utara dari masa 150 tahun yang lalu hingga kini. Karena telah begitu lama waktu sejak terakhir kalinya terjadi, banyak yang percaya kita berada di awal masa perubahannya. Bagaimanapun Bumi membutuhkan waktu paling sedikit 5000 tahun hingga 50 juta tahun. Sepertinya tidak tepat untuk berasumsi bahwa bencana ini disebabkan oleh perubahan arah medan magnet Bumi.

Tidak hanya arah, tetapi kekuatan dari medan magnet juga menjadi perhatian. Pada masa dinosaurus menguasai Bumi, kekuatannya 2,5 Gauss sekitar 80% lebih kuat daripada sekarang. Mungkin itulah kenapa ada kehidupan yang berukuran raksasa seperti dahulu. Teori tentang punahnya seluruh binatang raksasa oleh satu bencana besar telah banyak diterima tetapi ada yang aneh seperti punahnya mamalia berukuran besar seperti mammoth yang masih menjadi misteri.

Ukuran binatang yang lebh kecil sekarang mungkin sebagai akibat dari melemahnya medan magnet Bumi. Ribuan tahun yang lalu saat bangsa Cina dengan pengetahuannya tentang energi bio-elektrik dikenal sebagai “meridian”, menyebutkan medan magnet mempengaruhi bentuk kehidupan. Bangsa ini menggunakan batu-batu bermagnet untuk pengobatan. Dalam abad terakhir ada lebih banyak pengurangan kekuatan medan magnet Bumi hingga 5% sehingga sekarang cuma tinggal 0.5 Gauss. Hal ini telah membuat Dr. Dean Bonlie untuk menyebutkan “sindrom kekurangan magnet” untuk kasus stress biologis.

Melemahnya medan magnet Bumi dipercaya sebagai awal dari pembalikan arah medan magnet Bumi. Pada masa lalu kejadian ini telah dikonfirmasikan pada catatan geologi. Yang belum jelas adalah bagaimana kejadiannya dan apa yang terjadi pada kehidupan di permukaan Bumi saat itu.

Apakah medan magnet Bumi dapat melemah hingga 0 Gauss? Prediksi paling pesimis menyebutkan peralatan elektronik akan terkena resikonya : antara rusak atau tidak dapat digunakan sama sekali, seluruh satelit akan hilang termasuk stasiun angkasa. Efek bagi kehidupan biologis meliputi dari burung yang kehilangan arah migrasinya hingga penurunan sistim kekebalan tubuh dan tingginya kasus kanker.

Lebih parah lagi, atmosfir akan menipis dan turun sehingga membuat sindrom ketinggian di dekat permukaan laut bahkan pancaran sinar kosmis yang mematikan akan membunuh sebagian besar mahkluk hidup di permukaan Bumi. Hanya yang tinggal di gua-gua di dalam Bumi akan bertahan. Skenario ini telah membuat sejumlah orang membangun bunker bawah tanah dengan harapan untuk bertahan.

Melawan pandangan mengerikan ini, NASA meramalkan bahwa tidak menjadi 0 Gauss, tetapi medan magnet Bumi akan kacau. Saat itu kita akan memiliki lebih dari satu Kutub Utara dan satu Kutub Selatan. Laporan ilmiah resmi menyebutkan atmosfi tidak akan menghilang dan komunikasi hanya akan terganggu dan menjelang saat itu manusia akan menemukan cara untuk bertahan. Tetapi ada yang menentang, mengingat anomali magnet di Atlantik Selatan dan kerusakan akibat radiasi pada satelit yang beredar di daerah itu dikatakan sebagai akibat dari hilangnya atmosfir.

Teori ini didukung oleh bukti geologi bahwa saat pembalikan terakhir, atmosfir tidak hilang. Aliran lava dari Gunung Steen memperlihatkan kutub magnet berputar mengelilingi lingkaran tropis tiga kali. Meskipun kekuatannya berkurang hingga 20% tetapi tidak pernah menjadi 0 Gauss.

Teori bahwa aktivitas dari inti luar Bumi yang terbuat dari logam yang meleleh menyebabkan terjadinya medan magnet sedang hangat dibicarakan oleh ilmuwan. Aktivitas jauh di bawah inti Bumi dipercaya dapat menyebabkan pergerakan lempengan Bumi dan menyebabkan gempa.

Ada teori alternatif tentang terjadinya medan magnet Bumi. Ernest McFarlane dalam artikelnya “Asal muasal medan magnet Bumi” menyebutan sebuah sistem yang terbuat dari sel-sel elektronik di dalam inti logam yang mengkristal dengan titik-titik panas dari logam berat yang memancarkan partikel Alpha dan Beta. Karena suhu yang tinggi partikel Alpha tidak dapat menyatu dengan elektron bebas. “Akibatnya terjadi putaran dari dalam dan luar inti… medan magnet tercipta sebagai akibatnya”.

Teori mana yang benar? Mungkin kita sendiri yang akan mengalaminya.

Matahari mengubah medan magnetnya seperti putaran jam setiap 11 tahun di puncak siklus sunspot. Siklus terdekat diperkirakan terjadi tahun 2012. Sunspot (bintik Matahari) adalah magnet yang lebih kuat bahkan dari intinya yang secara terus menerus bergerak. Walaupun kejadian seperti ini tidak banyak dipahami, peneliti angkasa Ulyssess telah mengirimkan sejumlah data yang dapat menjawab banyak pertanyaan.

PES Network berusaha untuk menarik orang-orang di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam pengumpulan data medan magnet. Sebuah situs web di PESWiki.com telah dibuat untuk kepentingan ini. Anda disarankan untuk membuat “garis dasar” dengan menentukan arah Utara akurat untuk lokasi Anda dan melaporkan derivasi dari arah dan derajat dari arah dasar tadi.

Seorang sukarelawan dari Kanada bagian Barat yang menggunakan kompas besar buatan sendiri menemukan variasi sebesar 10 derajat dalam beberapa hari. Karena heran sukarelawan ini meminjam kompas sensitif dan menemukan anomali ini memang terjadi.

Bila Medan Magnet Bumi Bocor

Apa yang terjadi apabila dua batang magnet yang kutubnya sejajar didekatkan? Tentunya akan salik tolak menolak, demikian juga dengan interaksi medan magnet Bumi dan Matahari. Medan magnetik Bumi dianggap sebagai pelindung Bumi terhadap angin Matahari, dan interaksinya bergantung pada orientasi kutub-kutub magnetik Bumi dan Matahari. Kedua medan magnetik Bumi dan Matahari mempunyai orientasi utara dan selatan. Arah kutub magnetik Bumi selalu menghadap pada arah utara-selatan. Demikian juga dengan Matahari, akan tetapi medan magnet Matahari secara periodis berubah orientasinya, kadang berkesejajaran (aligned) dengan medan magnet Bumi, kadang menjadi anti-sejajar (anti-algined).



Jika selama ini dipercaya bahwa medan magnet Bumi menjadi pelindung terhadap badai yang datang dari Matahari dan menghantam Bumi, karena kalau arah medan magnetnya saling berkesejajaran, tentunya yang terjadi adalah tolak menolak, sehingga perisai medan magnet sedang kuat-kuatnya, dan hanya sedikit partikel yang bisa masuk ke lingkungan Bumi, tetapi temuan terkini menunjukkan bahwa Bumi tidak sepenuhnya terlindung dari badai Matahari, karena adanya kebocoran pada medan magnet Bumi dan lebih banyak partikel yang masuk dan mengganggu lingkungan Bumi.

Sebelumnya, para ilmuwan Fisika Matahari mengetahui bahwa partikel-partikel Matahari memasuki magnetosfer Bumi ketika medan magnet Matahari mengarah ke selatan, yaitu ketika menjadi anti-sejajar dengan Bumi. Tetapi pengamatan terkini dari satelit-satelit THEMIS (Time History of Events and Macroscale Interactions during Substorms) menunjukkan bahwa yang terjadi tidaklah seperti itu.

Kebocoran ini jelas mengubah pandangan tentang bagaimana interaksi antara lapisan magnetsofer dengan angin matahari, karena dari kebocoran tersebut partikel-partikel yang datang dari angin Matahari datang lebih cepat dan lebih banyak dari yang selama ini diperkirakan dan seluruh interaksi bertentangan dengan yang selama ini telah dipelajari oleh para peneliti Matahari. Bila sebelumnya perisai medan magnet Bumi adalah pada saaat yang terkuat karena medan magnet saling tolak menolak, ternyata malah menjadi yang paling lemah.

Untuk melakukan pengukuran tersebut, maka ada lima wahana THEMIS yang dikirim untuk mengukur ketebalan pita partikel Matahari yang datang ketika medan magnet saling sejajar – ternyata ditemukan sampai mencapai 20 kali dari jumlah yang didapat ketika medan magnet saling anti-sejajar.

Pengukuran THEMIS dilakukan seiring wahana melalui pita, dengan dua wahana berada pada batas yang berbeda dari pita; dan ternyata pita yang ditemukan mencapai setebal radius Bumi (sekitar 6437 km). Pengukuran lanjutan menunjukkan juga bahwa pita tersebut juga membesar secara cepat.

Bagaimana kebocoran tersebut dapat dideteksi? Ketika partikel-partikel Matahari mengalir dibawa oleh angin Matahari, angin tersebut membawa juga medan magnet Matahari mengarah ke Bumi. Medan magnet yang dibawa tersebut melapisi medan magnet Bumi saat sampai. Kendati pada wilayah katulistiwa mengarah pada arah yang berkesejajaran, tetapi pada lintang yang lebih tinggi, arahnya menjadi saling anti-sejajar. Dan ketika gaya yang bekerja menekan kedua medan tersebut bersamaan maka terjadi saling mengkait antara kedua medan magnet (saling menempel sebagaimana dua magnet yang saling berbeda arah gaya), dalam sebuah proses yang disebut sebagai rekoneksi magnet. Proses tersebut mengakibatkan adanya sobekan pada uda lubang pada medan magent Bumi dan menambahkan wilayah yang memungkinkan partikel-partikel dari Matahari masuk ke magnetosfer.

Ketika siklus sebelumnya medan magnet Matahari yang menghantam bumi mulai dari anti-sejajar kemudian menjadi sejajar, maka pada siklus ini yang terjadi adalah sebaliknya, mulai dari ketika medan magnet Matahari anti-sejajar kemudian menjadi sejajar, yang berarti adanya amplifikasi pada bagaimana badai saat menghantam Bumi. Dengan demikian, maka efek yang terjadi pada siklus ke -24 mendatang menjadi lebih besar daripada yang sebelumnya diperkirakan.

Minggu, 27 September 2009

Pengertian Portofolio

Dalam Kamus Inggris Indonesia (Echols dan Shadily, 1996: 439), portofolio diartikan sebagai tas surat dan jabatan (menteri). Sedangkan dalam The Contemporary Dictionary (Salim, 1996: 1453) diartikan sebagai tas surat, daftar stock, surat berharga dan jabatan menteri. Arti kamus di atas belum jelas jika dikaitkan dengan pembelajaran. Oleh karena. itu, berikut akan dijelaskan pengertian portofolio berdasarkan pendapat beberapa ahli dalam bidang pendidikan.

Johnson dan Johnson (2002: 103) mendefinisikan a portfolio is an organized collection of evidence accumidated over time on a student's or group's academic progress, achievements, skills, and attitudes. It consists of work samples and awritten rationale connecting the separate items into more complete and holistic view of the student’s achievements or progres toward learning goals.
Jadi portofolio merupakan koleksi dari bukti‑bukti kemajuan siswa atau kelompok siswa, bukti prestasi, keterampilan, dan sikap siswa.

Dari kutipan di atas, tergambar bahwa portofolio merupakan koleksi pekerjaan‑pekerjaan siswa. Portofolio menampilkan pekerjaan siswa yang terbaik atau karya siswa yang paling berarti sebagai hasil kegiatannya. Portofolio dapat menampilkan pekerjaan terdahulu dan pekerjaan terbaru sehingga mengilustrasikan kemajuan belajar siswa.

Selain pendapat di atas, Airasian (dalam Ratumanan, 2003: 80) juga menjelaskan bahwa portofolio lebih dari sekedar folder penyimpanan hasil karya siswa. Portofolio berisi sampel terpilih dari karya siswa untuk memperlihatkan perkembangan dan pertumbuhan siswa dalam mencapai tujuan kurikulum tertentu.
Pengertian Portofolio sebenarnya diartikan sebagai suatu wujud benda fisik, sebagai suatu proses sosial pedadogis, maupun sebagai adjective. Sebagai suatu wujud benda fisik itu adalah bundel, yakni kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan pada suatu bundel. Misalnya hasil tes awal (pretest), tugas-tugas, catatan anekdot, piagam penghargaan, keterangan melaksanakan tugas terstruktur, hasil tes awal (post-test), dll. Sebagai suatu proses sosial pedadogis, portofolio adalah collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran peserta didik baik yang berujud pengetahuan (kognitif), keterampilan (skill), maupun nilai dan sikap (afektif). Adapun sebagai adjective, pada umumnya disandingkan dengan konsep pembelajaran yang dikenal dengan istilah pembelajaran berbasis portofolio (portfolio based learning) dan dapat disandingkan dengan konsep penilaian yang dikenal dengan istilah penilaian berbasis portofolio (portfolio based assessment).

LANDASAN PEMIKIRAN

Sebagai suatu inovasi, model pembelajaran berbasis portofolio dilandasi dengan landasan pemikiran sebagai berikut: · Empat pilar pendidikan o Learning todo, peserta didik harus diberdayakan agar mau dan mampu berbuat untuk memperkaya pengalaman belajarnya dengan meningkatkan interaksi dengan lingkungan fisik, sosial maupun budaya. o Learning to know, peserta didik harus mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya terhadap dunia sekitarnya. o Learning to be, peserta didik harus mampu membangun pengetahuan dan kepercayaan dirinya. o Learning to live together, kesempatan berinteraksi dengan kelompok yang bervariasi akan membentuk kepribadiannya untuk memahami kemajemukkan dan melahirkan sikap-sikap positif dan toleran terhadap keanekaragaman dan perbedaan hidup. · Pandangan konstruktivisme Pandangan ini sebagai filosofi pendidikan mutakhir menganggap semua peserta didik mulai dari usia taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi memiliki gagasan/pengetahuan tentang lingkungan dan peristiwa/gejalanya, gagasan ini sering kali naïf dan miskonsepsi tetapi gagasan ini dipertahankan karena sudah dibangun dalam wujud “schemata” (struktur kognitif). Para ahli pendidikan berpendapat bahwa inti kegiatan pendidikan adalah memulai pelajaran dari “apa yang diketahui peserta didik” dan guru hanya berperan sebagai “fasilisator dan penyedia kondisi”. Democratic teaching Suatu bentuk upaya menjadikan sekolah sebagai pusat kehidupan demokrasi melalui proses pembelajaran yang demokratis yang dilandasi oleh nilai-nilai demokrasi yaitu penghargaan terhadap kemampuan, menjunjung keadilan, menerapkan persamaan kesempatan dan memperhatikan keragaman peserta didik.

·

PRINSIP DASAR

Model Pembelajaran Berbasis Portofolio (MPBP) mengacu pada prinsip dasar pembelajaran, yaitu: · Prinsip belajar siswa aktif (student active learning) Proses pembelajaran dengan menggunakan MPBP berpusat pada siswa dimana hampir seluruh aktivitas siswa dimulai dari fase perencanaan di kelas, kegiatan lapangan dan pelaporan. · Kelompok belajar kooperatif (cooperative learning) Proses pembelajaran berbasis kerjasama antarsiswa dan antar komponen-komponen lain, seperti orang tua siswa dan lembaga terkait. · Pembelajaran partisipatorik 1

Pengertian Portofolio

Muhammad Faiq Dzaki

Dalam Kamus Inggris Indonesia (Echols dan Shadily, 1996: 439), portofolio diartikan sebagai tas surat dan jabatan (menteri). Sedangkan dalam The Contemporary Dictionary (Salim, 1996: 1453) diartikan sebagai tas surat, daftar stock, surat berharga dan jabatan menteri. Arti kamus di atas belum jelas jika dikaitkan dengan pembelajaran. Oleh karena. itu, berikut akan dijelaskan pengertian portofolio berdasarkan pendapat beberapa ahli dalam bidang pendidikan.

Johnson dan Johnson (2002: 103) mendefinisikan a portfolio is an organized collection of evidence accumidated over time on a student's or group's academic progress, achievements, skills, and attitudes. It consists of work samples and awritten rationale connecting the separate items into more complete and holistic view of the student’s achievements or progres toward learning goals.
Jadi portofolio merupakan koleksi dari bukti‑bukti kemajuan siswa atau kelompok siswa, bukti prestasi, keterampilan, dan sikap siswa.

Dari kutipan di atas, tergambar bahwa portofolio merupakan koleksi pekerjaan‑pekerjaan siswa. Portofolio menampilkan pekerjaan siswa yang terbaik atau karya siswa yang paling berarti sebagai hasil kegiatannya. Portofolio dapat menampilkan pekerjaan terdahulu dan pekerjaan terbaru sehingga mengilustrasikan kemajuan belajar siswa.

Selain pendapat di atas, Airasian (dalam Ratumanan, 2003: 80) juga menjelaskan bahwa portofolio lebih dari sekedar folder penyimpanan hasil karya siswa. Portofolio berisi sampel terpilih dari karya siswa untuk memperlihatkan perkembangan dan pertumbuhan siswa dalam mencapai tujuan kurikulum tertentu.

Kutipan di atas menjelaskan bahwa portofolio adalah kumpulan karya siswa. Istilah ini diambil dari portofolio seniman, yaitu kumpulan karya seniman yang dirancang untuk dapat memperlihatkan gaya dan kemampuannya. Pada pemakaian di kelas tujuan dasarnya sama, yaitu untuk mengumpulkan serangkaian penampilan atau karya murid guna memperlihatkan pencapaian atau perbaikan murid dari waktu ke waktu. Portofolio lebih dari sekedar map penyimpan hasil karya siswa. Portofolio berisi sampel terpilih dari karya siswa untuk memperlihatkan perkembangan dan pertumbuhan siswa dalam mencapai tujuan kurikulum tertentu.

Dari beberapa pengertian yang diberikan di atas, maka portofolio siswa dapat diartikan sebagai dokumen‑dokumen dari pekerjaan siswa. Isi dari portofolio akan menjadi perhatian utama bagi guru dalam program pengajarannya. Meskipun istilah portofolio relatif baru bagi kita dan diakui oleh ahli-­ahli pendidikan masih baru dalam penerapan di bidang pendidikan, tetapi bukan berarti bahwa penggunaan portofolio atau metode yang serupa sama sekali tidak pernah dilaksanakan oleh guru‑guru di Indonesia. Sebagai contoh yang dialami oleh peneliti ketika SMA, setiap siswa diwajibkan memiliki buku kokurikuler IPA sebagai tempat menyelesaikan PR dan tugas‑tugas di kelas. Buku tersebut dikumpulkan dan diperiksa oleh guru dan setelah direvisi, dibagikan kepada siswa.


Isi dari portofolio


Isi dari portofolio dapat bervariasi menurut tujuannya, di mana akan digunakan, dan jenis‑jenis kegiatan penilaian yang digunakan dalam kelas. Johnson dan Johnson (2002: 103) menyebutkan butir‑butir yang relevan dimasukkan ke dalam portofolio, sebagai berikut. (1) Pekerjaan rumah, tugas-tugas di kelas; (2) Tes (buatan guru, curriculum supplied); (3) Komposisi (essay, laporan, cerita); (4) Presentasi (rekaman, observasi); (5) Ivestigasi, penemuan, proyek; (6) Buku harian atau jurnal; (7) Ceklis observasi (guru, teman sekelas); (8) Seni visual (melukis, pahatan, puisi); (9) Refleksi diri dan ceklis ; (10) Hasil-hasil kelompok; (11) Bukti kecakapan sosial; (12) Bukti kebiasaan dan sikap kerja; (13) Catatan anekdot, laporan naratif; (14) Hasil-hasil tes baku; (15) Foto, sketsa otobiografi; (16) Kinerja (menari, thespian activities)

Siapakah yang menentukan isi dari suatu portofolio? Oleh Johnson-Johnson (2002) dijelaskan bahwa isi dari portofolio dapat ditentukan oleh: (a) Siswa. Siswa dapat memutuskan apa yang akan dimasukkan ke dalam portofolio mereka.; (b) Kelompok pembelajaran kooperatif siswa. Kelompok ini dapat merekomendasikan tentang apa yang akan dimasukkan dalam portofolio; (c) Guru dan sekolah. Guru IPA misalnya menghendaki demonstrasi tentang kemampuan siswa menghubungkan sifat-sifat cahaya dengan kehidupan sehari-hari.

Johnson dan Johnson (2002) juga menyatakan bahwa portofolio seharusnya memuat hal berikut (1) Halaman judul yang menggambarkan sifat dari kerja siswa (kelompok siswa); (2) Daftar isi yang memuat judul setiap pekerjaan siswa dan nomor halamannya; (3) Rasional yang menjelaskan tentang contoh‑contoh pekerjaan apa yang dimuat, mengapa itu perlu disajikan, dan lain‑lain; (4) Contoh‑contoh pekerjaan siswa;(5) Penilaian‑Diri yang ditulis oleh siswa atau oleh anggota kelompok; (6) Tujuan mendatang berdasarkan prestasi, minat, dan kemajuan siswa (kelompok siswa) saat ini; (7) Komentar lain dan penilaian dari guru, kelompok pembelajaran kooperatif, dan bagian menarik lainnya.

Sedangkan Nur (2003: 10) dalam makalahnya memberikan daftar singkat item-item yang terdapat pada portofolio yaitu: (1) Tabel isi; (2) Tulisan atau catatan yang diambil dari buku catatan siswa atau jurnal sains siswa; (3) Ulangan harian; (4) Asesmen kinerja; (5) Pengorganisasi grafis, seperti peta konsep, outline, atau diagram alir; (6) Model asli buatan siswa; (7) Kegiatan-kegiatan pengembangan keterampilan proses; (8) Lembar evaluasi-diri; (9) Gambar, foto, karya seni; (10) Soal-soal; (11) Rekaman video, rekaman audio; (12) Data eksperimen atau pengamatan; (13) Karangan; (14) Laporan tentang topik-topik sains; (15) Penelitian ilmiah

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa banyak hal yang dapat dimasukkan ke dalam portofolio IPA siswa. Dengan demikian jika guru ingin memperhatikan apa dan bagaimana siswa berpikir tentang IPA dalam pengajarannya, maka ia harus mempertimbangkan banyak hal, untuk dijadikan bahan portofolio bagi siswanya. Sebagai contoh, pada bagian penerapan pengajaran IPA yang menggunakan portofolio IPA siswa, jika akan dilaksanakan secara sederhana, peneliti mengajukan beberapa dokumen‑dokumen yang dapat dimasukkan dalam portofolio IPA siswa. Dokumen yang dimaksud meliputi: (1) Petunjuk Pelaksanaan Pembelajaran dengan Portofolio; (2) Beberapa lembar tugas; (2) Jawaban siswa atas tugas‑tugas yang diberikan guru, baik jawaban awal maupun hasil revisi dan isian LKS; (3) Lembar evaluasi siswa; (4) Lembar evaluasi teman sebaya; (5) Penyelesaian soal‑soal yang dipandang menarik/berarti bagi siswa; (6) Komentar‑komentar guru yang diperlukan bagi siswa; (7) Penyelesaian suatu permasalahan yang disusun oleh suatu kelompok siswa; (8) Kliping; (9) Rangkuman bahan pelajaran


MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO

Prinsip ini termasuk salah satu dari MPBP, sebab melalui model ini siswa belajar melakoni (learning by doing). Salah satu bentuk pelakonan itu adalah siswa belajar hidup berdemokrasi. Mengajar yang reaktif (reactive teaching) MPBP ini mensyaratkan guru yang reaktif agar siswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Ciri gru yang reaktif adalah sebagai berikut: o Menjadikan siswa sebagai pusat kegiatan belajar. o Pempelajaran dimulai dengan hal-hal yang sudah diketahui dan dipahami siswa. o Selalu berupaya membangkitkan motivasi belajar siswa dengan membuat materi pelajaran sebagai suatu hal yang menarik dan berguna bagi kehidupan. o Segera mengenali materi dan metode pembelajaran yang membuat siswa bosan. Bila hal ini ditemui harus segera ditanggulanginya.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Mengidentifikasi masalah Salah satu ciri warga negara yang baik adalah peka terhadap masalah-masalah yang terjadi dilingkungannya. Untuk meningkatkan kepekaan siswa terhadap masalah, maka para guru menjadikan masalah sebagai sumber belajar. o Kegiatan kelompok kecil Perlu diperhatikan bahwa dalam kehidupan sehari-hari seringkali dihadapkan sejumlah masalah yang terjadi di masyarakat kita. Untuk mengidentifikasi masalah tersebut, seluruh siswa hendaknya membaca dan mendiskusikannya dengan membentuk kelompok-kelompok kecil kemudian membuat pertanyaan-pertanyaan yang akan diidentifikasi dan dianalisis. Contoh: masalah yang dijumpai di masyarakat dan erat kaitannya dengan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dan ilmu pengetahuan sosial adalah masalah keluarga, masalah sekolah, masalah yang kaitannya dengan anak-anak usia pubertas, masalah yang menyangkut standar masyarakat, masalah yang menyangkut kebebasan dasar, masalah yang menyangkut lingkungan, masalah yang menyangkut rendahnya tingkat disiplin, masalah yang berskala internasional. Selain mata pelajaran di atas yang juga berkaitan langsung dengan kehidapan masyarakat dan dapat diidentifikasi masalahnya adalah pendidikan agama islam, kimia, biologi, fisika, antropologi, sosiologi, ekonomi, geografi, o Pekerjaan rumah Untuk menentukan masalah mana yang akan dikaji di kelas, memerlukan informasi yang cukup, terutama mengenai kelayakan masalah tersebut untuk dikaji dan ketersediaan sumber-sumber infomasi yang akan dijadikan rujukan untuk memecahkan masalah tersebut. Oleh karena itu para siswa diberi pekerjaan rumah yang terdiri dari dua hal yaitu pertama, menemukan lebih banyak masalah yang ada di masyarakat. Kedua, menemukan kebijakan-kebijakan yang dirancang untuk memecahkan masalah tersebut. Tugas pekerjaan rumah yang harus dilakukan meliputi tiga tugas pokok, yaitu tugas wawancara, tugas mencari informasi dari sumber-sumber media massa cetak, dan tugas mencari informasi melalui media massa elektronik.


Memilih masalah untuk kajian kelas Apabila telah memiliki cukup informasi, kemudian pilih masalah yang akan dikaji dan pastikan informasi berkenaan dengan masalah tersebut dapat dikumpulkan untuk membuat sebuah portofolio yang baik. o Membuat daftar masalah, kira-kira satu kelas memiliki lima belas (15) kelompok kecil yang kemudian masing-masing kelompok menetapkan satu masalah sehingga kelas memiliki lima belas (15) masalah. o Melakukan pemungutan suara (voting), dilakukan dua tahap: F Setiap siswa menentukan tiga pilihan secara terbuka F Setiap siswa diharapkan hanya mmilih salah satu dari ketiga masalah yang paling banyak terpilih dari lima belas (15) masalah yang dimiliki. Mengumpulkan informasi tentang masalah yang akan dikaji oleh kelas


MODEL 2

o Kegiatan kelas: Mengidentifikasi sumber-sumber informasi Setelah terpilih masalah yang akan diidentifikasi maka dibuatlah daftar sejumlah sumber informasi kemudian dibuat tim peniliti yang hendak mengumpulkan informasi dari sumber yang telah terdaftar. Contoh-contoh sumber informasi: F Perpustakaan F Kantor penerbit surat kabar F Biro klipping F Pakar di perguruan tinggi F Pakar hukum dan hakim F Kepolisian F Kantor legislatif F Kantor pemerintah daerah F Organisasi kemasyarakatan dan kelompok kepentingan F Jaringan informasi elektronik o Tugas pekerjaan rumah Setelah kelas memutuskan sumber-sumber informasi yang akan digunakan hendaknya dibagi dalam tim peniliti yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan informasi dari sumber yang berbeda. Sebelum mengumpulkan informasi dari berbagai sumber sebaiknya dibuat terlebih dahulu format dokumentasinya agar lebih memudahkan para siswa dalam bertanya sehingga tidak membebani orang yang dimintai informasi tersebut. Salah satu contoh format dokumentasi adalah seperti berikut ini: Format Dokumentasi Informasi dari Penerbitan Nama anggota tim : ……………………………………… Tanggal : ……………………………………… Masalah : ……………………………………… Nama penerbitan : ……………………………………… Tanggal penerbitan : ……………………………………… Pokok berita pada artikel : ……………………………………… Pertanyaan mengenai masalah, misal Masalah Tawuran Pelajar 1. Pandangan yang dianut dalam artikel berkenaan dengan masalah ……………………………………………………………… 2. Hal-hal yang penting dari pandangan tersebut ……………………………………………………………… 3. Jika ada kebijakan, menurut sumber tersebut, maka kebijakan apakah yang harus ditangani pemerintah berkenaan dengan masalah tersebut ? ……………………………………………………………… Jika ada, a) Apa keuntungan dan kerugiannya ? ………………………………………………………… b) Bagaimana kenijakan tersebut dapat diperbaiki ? …………………………………………………………. c) Dll.

·

Mengembangkan portofolio kelas o Spesifikasi portofolio F Portofolio seksi penayangan Portofolio portofolio yang akan ditayangkan sebagai bahan presentasi kelas pada saat showcase. Bagian terdiri atas empat panel yang memiliki lebar 75 cm dan tinggi 90 cm. BahanPEMBELAJARAN

MODEL3

bahan yang akan ditampilkan terdiri dari pertanyaan-pertanyaan tertulis, daftar sumber informasi, peta, grafik, foto, gambar, karikatur, karya seni asli, dan sebagainya. Tayangan empat panel dibuat sedemikian rupa agar dapat ditampilkan di atas meja, contoh panel tersebut adalah sebagai berikut:

1

2

3

4

F Portofolio seksi dokumentasi Portofolio yang disimpan pada sebuah map jepit (binder) yang berisi data dan informasi setiap kelompok. Bagian ini merupakan kumpulan bahan-bahan terbaik sebagai dokumen atau bukti penelitian, misalnya berupa berita, artikel, gambar, foto, grafik, tabel, data lengkap hasil wawancara, data hasil analisis bahan cetak, dan sebagainya. o Kelompok portofolio F Kelompok portofolio satu: Menjelaskan masalah. Kelompok bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah yang menjadi kajian kelas. Kelompok juga hendaknya menjelaskan mengapa masalah tersebut penting dan mengapa tingkat atau badan pemerintah tertentu harus memecahkan masalah tersebut. F Kelompok portofolio dua: Mengkaji kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah. Kelompok bertanggung jawab untuk menjelaskan berbagai kebijakkan alternatif untuk memecahkan masalah F Kelompok portofolio tiga: Mengusulkan kebijakan publik untuk mengatasi masalah. Mengkaji kebijakan alternatif untuk mengusulkan dan menjastifikasi kebijakan publik yang disepakati kelas untuk memecahkan masalah. F Kelompok portofolio empat: Membuat rencana tindakan. Kelompok bertanggung jawab untuk membuat rencana tindakan yang menunjukan bagaimana warganegara dapat mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas. · Penyajian portofolio (show-case) o Tujuan show-case Ada empat tujuan pokok dari kegiatan show-case ini, yaitu sebagai berikut: F Untuk menginformasikan kepada hadirin tentang pentingnya masalah yang diidentifikasi di masyarakat. F Untuk menejelaskan dan mengevaluasi kebijakan alternatif untuk mengatasi masalah sehingga hadirin dapat memahami keuntungan dan kerugian dari setiap kebijakan tersebut. F ]untuk mendiskusikan kebijakan yang dipilih kelas sebagai kebijakan terbaik untuk mengatasi masalah. F Untuk membuktikan bagaimana kelas dapat menumbuhkan dukungan dalam masyarakat, lembaga legislative dan eksekutif yang terkait dengan penyusunan kebijakan publik.

o Persiapan Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum show-casediadakan adalah portofolio itu sendiri, penyajian lisan, tempat pelaksanaan, juri, dan moderator. Tempat pelaksanaan harus disiapkan sesuai dengan keperluan show-case, seperti contoh berikut ini: Meja untuk meletakkan portofolio

M O D E R A T O R

J U Tempat menyajikan portofolio R I

HADIRIN/TAMU UNDANGAN

o Pembukaan Pembukaan acara dilakukan oleh moderator yang diberikan waktunya sekitar 10 menit. Pada kesempatan ini moderator menginformasikan masalah yang akan dikaji di kelas dan memperkenalkan nama-nama anggota dewan juri sambil mempersilahkan anggota dewan juri mengamati portofolio kelas, baik portofolio seksi penayangan maupun seksi dokumentasi.

o Penyajian lisan kelompok portofolio satu Setelah pembukaan selesai, selanjtunya moderator memanggil kelompok portofolio satu untuk mempresentasikan penyajiannya dihadapan dewan juri selama 5 menit dengan mempersilahkan salah satu juru bicara dari kelompok tersebut. o Tanya jawab kelompok portofolio satu Waktu yang disediakan setelah penyajian untuk bagian tanya jawab sekitar 10 menit. Pertanyaan dapat dijawab oleh setiap anggota kelompok tersebut. Setelah selesai, kelompok satu dipersilahkan kembali ketempat tapi sebelumnya dipersilahkan untuk menyampaikan motto dari kelompoknya. o Penyajian lisan kelompok portofolio dua Setelah Tanya jawab kelompok portofolio satu selesai, selanjutnya moderator memanggil kelompok portofolio dua untuk mempresentasikan kajiannya dihadapan dewan juri selama 5 menit dengan mempersilahkan salah satu juru bicara dari kelompok tersebut. o Tanya jawab kelompok portofolio dua Bagian tanya jawab seperti pada kelompok portofolio satu juga diberikan + sekitar 10 menit. o Selingan Dilakukan untuk menghindari kejenuhan dan untuk meningkatkan daya tarik kegiatan show-case itu sendiri. o Penyajian lisan kelompok portofolio tiga Setelah selingan selesai, penyajian masih dilanjutkan oleh kelompok portofolio tiga dengan waktu yang sama. o Tanya jawab kelompok portofolio tiga Bagian inipun juga diberikan pada kelompok portofolio tiga dengan waktu yang sama. o Penyajian lisan kelompok portofolio empat Kemudian setelah kelompok portofolio tiga selesai, kemudian kelompok portofolio empat dipersilahkan untuk mempresentasikan penyajiannya dengan waktu yang sama. o Tanya jawab kelompok portofolio empat Bagian tanya jawabpun diberikan kesempatan dengan waktu yang sama. o Tanggapan hadirin Setelah seluruh kelompok portofolio penyajian, moderator memberi kesempatan kepada hadirin untuk menyampaikan tanggapan terhadap penampilan para siswa. Tanggapan ini sangat penting sebagai umpan balik bagi siswa sendiri maupun bagi guru pembimbingnya, jika pada saat itu ada tanggapan yang menarik catatlah sebagai catatan anekdot. Acara tanggapan ini berlangsung selama 10 menit. o Pengumuman dewan juri

Akhir acara dewan juri mengumumkan hasil penilaian terhadap penampilan siswa. Penilaian berdasarkan kualitas portofolio kelas, yang meliputi portofolio seksi penayangan maupun seksi dokumentasi; dan penampilan kelompok baik lisan maupun tanya jawab. Kejuaraan seperti ini sebaiknya diberikan penghargaan (reward) kepada para siswa dengan memberikan piagam. · Kriteria dan format penilaian Yang dinilai dalam kegiatan show-case oleh dewan juri meliputi dua hal pokok, yaitu portofolionya itu sendiri dan penyajian lisan. o Kriteria portofolio Portofolio akan semakin sesuai dengan kriteria yang diminta apabila portofolio yang dibuta kelas memenuhi sejumlah kriteria tertentu, baik untuk tiap-tiap kelompok portofolio maupun untuk portofolio keseluruhan. Kriteria-kriteria tersebut adalah sebagai berikut: F Kelengkapan F Kejelasan F Informasi F Dukungan F Data grafis F Dokumentasi F Argumen kekonstitusionalan Adapun kriteria dimaksud adalah sebagai berikut: F Persuasive F Kegunaan F Koordinasi F Refleksi o Kriteria penyajian lisan Tujuan penyajian lisan portofolio adalah untuk membelajarkan siswa menyajikan dan mempertahankan pendapat yang rasional berkaitan dengan upaya mempengaruhi kebijakan publik. Untuk menilai baik buruknya penyajian lisan, hendaknya berpedoman pada sejumlah criteria berikut: Kriteria penyajian lisan untuk setiap kelompok: F Signifikansi F Pemahaman F Argumentasi F Responsif F Kerjasama kelompok Kriteria penyajian lisan keseluruhan: F Persuasif F Kegunaan F Koordinasi F Refleksi o Format penilaian Format penilaian portofolio maupun penyajin lisan dikembangkan dengan mengacu pada kriteria portofolio dan criteria penyajian lisan. Format penilaian portofolio terdiri atas penilaian tiap bagian (tiap panel potofolio) dan tiap seksi portofolio (portofolio seksi penayangan dan seksi dokumentasi). · Refleksi pengalaman belajar Merefleksi berarti bercermin, maknanya adalah bercermin pada pengalaman belajar yanjg baru saja dilakukan para siswa baik secara perorangan maupun kelompok. Panduan untuk menyelenggarakan kompetisi 6

Format kompetisi dapat diadakan pada tingkat sekolah melalui dua tahap, yaitu tahap pertama dipilih wakil-wakil dari setiap tingkatan kelas dan tahapan kedua kompetisisi antara wakil-wakil tingkatan kelas tersebut pada acara grand final. Hal-hal yang perlku dipersiapkan diantaranya adalah sebagai berikut: o Portofolio o Penyajian lisan o Pengatur waktu o Memilih juri o Bahan-bahan o Penilaian


Pengertian Penilaian dikenal dengan istilah evaluatio atau assessment, yang diberikan pada akhir suatu program pendidikan, pengajaran ataupun pelatihan. Tujuan dari penilaian yaitu unhtuk mengetahui apakah suatu program pendidikan tersebut telah dikuasai oleh pesertanya atau belum. Penilaian yang dilakukan sesaat dan parsial tersebut memiliki berbagai kelemahan maka duikembangkanlah segala aspek dari peserta didik yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Misalnya dalam menentukan nilai rapor dilakukan penilaian dari rata-rata hasil ulangan harian, ulangan umum, tugas-tugas, catatan perilaku harian siswa (anecdotal record), dan laporan yang menunjang kegiatan belajar. Semua indikator proses dan hasil belajar siswa tersebut didokumentasikan dalam bundel (portofolio), sehingga sistem penilaian ini dikenal dengan nama Model Penilaian Berbasis Portofolio (Portofolio Based Assessment). Model Penilaian Berbasis Portofolio (Portofolio Based Assessment adalah suatu usaha untuk memperoleh berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh, tentang proses dan hasil pertumbuhan dan perkembangan wawasan pengetahuan, sikap, dan ketrempilan peserta didik yang bersumber dari catatan dan dokumentasi pengalaman belajarnya.
ULANGAN HARIAN

TUGAS-TUGAS TERSTRUKTUR

INDIKATOR

CATATAN PERILAKU HARIAN

KESIMPULAN PENILAIAN

ULANGAN HARIAN

LANDASAN PEMIKIRAN

Sebagai suatu inovasi, model penilaian berbasis portofolio dilandasi oleh beberapa landasan pemikiran sebagai berikut: · Membelajarkan kembali (Re-edukasi)

Menurut cara berpikir yang baru, menilai itu bukan memvonis siswa dengan harga mati, lulus atau gagal. Menilai dalaha mencari informasi tentang pengalaman belajar peserta didik dan infoirmasi tersebut digunakan sebagai balikan (feedback) untuk membelajarkan mereka kembali. · Merefleksi pengalaman belajar Merupakan suatu gagasan yang baik apabila penilaian dijadikan media untuk merefleksi (bercermin) pada pengalaman yang telah siswa miliki dan kegiatan yang telah mereka selesaikan. Refleksi pengalaman belajar merupakan satu cara untuk belajar, menghindari kesalahan di masa yang akan datang dan untuk meningkatkan kinerja.

PRINSIP DASAR

Prinsip penilaian proses dan hasil Ada pernyataan bahwa “jika ingin berhasil dalam ujian belajarlah jauh-jauh hari jangan belajar hanya semalam”, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa berhasil itu tergantung dari prosesnya. Jika prosesnya baik dan sempurna, maka kita dapat berharap akan menuai hasil yang baik pula. Dari penyataan tersebutlah, model penilaian berbasis portofolio menerapkan prinsip penilaian proses dan hasil sekaligus. Proses belajar yang dinilai adalah catatan perilaku harian mengenai sikapnya dalam belajar, antusias tidaknya dalam belajar, antusias tidaknya dalam mengikuti pelajaran, dan sebagainya.

Prinsip penilaian berkala dan sinambung Penilaian secara berkala bertujuan untuk memudahkan mengorganisasikan hasil-hasilnya dan secara sinambung bertujuan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan pengalaman belajar peserta didik. Prinsip penilaian yang adil Penilaian yang baik hendaknya memperhatikan kondisi dan perbedaan-perbedaan individual (individual differences). Kondisi dan perbedaan-perbedaan individual tersebut dijadikan indikator dalam penilaian, baik dalam menilai hasil maupun proses yang diperhitungkan dan masing-masing diberi bobot. Sehingga hasil itu benar-benar menggambarkan prosesnya. Sehingga penilaian yang adil dapat terwujud. Ada dua cara memperbaiki proses belajar manakala ada indikasi yang kurang baik, yaitu pertama siswa sendiri yang meminta untuk memperbaiki kinerjanya (stelsel aktif) dan kedua guru yang memprakarsai dengan memanggil para siswa secara informal dengan mendiskusikan cara-cara mereka memperbaiki kinerjanya itu. Prinsip penilaian implikasi sosial belajar Belajar itu hendaknya melahirkan implikasi sosial, yakni pengaruh proses dan hasil belajar bagi kehidupan orang lain. Model penilaian berbasis portofolio tidak hanya menilai kemampuan kognitif saja, tetapi juga kemampuan yang lain, terasuk menilai implikasi sosial belajar. Pengalaman belajar secara fungsional diperlukan dalam kehidupan nyata (real life), sehingga diperlukan sejumlah perbekalan untuk dapat berkiprah dalam sistem kehidupan nyata (Real Life System/RLS). RLS yang bergerak secara global menghadapkan individu, organisasi dan alam, bukan saja ke dalam suatu keteraturan dan kerja sama, tetapi juga ke dalam perlombaan, keunggulan, kompleksitas dan kesemrawutan sehingga dituntut untuk memilih second curve!. Itulah sebabnya, sistem penilaian multidimensi berbasis portofolio semakin penting keberadaannya.

INDIKATOR PENILAIAN

Indikator penilaian adalah unsur-unsur pokok yang dapat menjelaskan kemampuan peserta didik setelah menyelesaikan satu satuan pendidikan tertentu. Indikator penilaian terdiri atas: · Tes formatif (ulangan harian) dan sumatif (ulangan umum) · Tugas-tugas terstruktur

Catatan perilaku harian Laporan aktivitas di luar sekolah

PENGORGANISASIAN

Pengorganisasian Model Penilaian Berbasis Portofolio adalah kegiatan mensiasati proses penilaian pembelajari dengan perancangan terhadap unsur-unsur instrumental melalui upaya pengorganisasian penilaian yang rasional, demokratis dan menyelruh. Kronologis pengorganisasian penilaian pembelajaran itu mencakup empat tahap kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, penyimpanan dan penggunaan. Daftar Pustaka : Dr. Dasim Budimansyah, M.Si. “Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio”, PT. Genesindo, Bandung 2002.

Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Definisi
Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompok kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling kerjasama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran.

Model pembelajaran kooperatif dikembangkan berdasarkan teori belajar kooperatif kontruktivis. Hal ini terlihat pada salah satu teori Vigotsky yaitu penekanan pada hakikat sosiokultural dari pembelajaran Vigotsky yakni bahwa fase mental yang lebih tinggi pada umumnya muncul pada percakapan atau kerjasama antara individu sebelum fungsi mental yang lebih tinggi terserap dalam individu tersebut. Implikasi dari teori vigotsky dikehendakinya susunan kelas berbentuk kooperatif.

Model Pembelajaran kooperatif sangat berbeda dengan model pengajaran langsung. Di samping model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai hasil belajar akademik, model pembelajaran kooperatif juga efektif untuk rnengembangkan keterampilan sosial siswa. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalarn membantu siswa memahami konsep konsep yang sulit. Para pengembang model ini telah menunjukkan bahwa model struktur penghargaan kooperatif telah dapat meningkatkan penilaian siswa pada belajar akademik, dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar. Dalam banyak kasus, norma budaya anak muda sebenarnya tidak menyukai siswa siswa yang ingin menonjol secara akademis. Robert Slavin dan pakar lain telah berusaha untuk mengubah norma ini rnelalui penggunaan pembelajaran kooperatif.

Di samping mengubah norma yang berhubungan dengan hasil belajar, pembelajaran kooperatif dapat memberikan keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas kerja bersama menyelesaikan tugas tugas akademik, siswa kelompok atas akan menjadi tutor bagi siswa kelompok bawah, jadi memperoleh bantuan khusus dari teman sebaya, yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama. Dalam proses tutorial ini, siswa kelompok atas akan meningkat kemapuan akademiknya karena memberi pelayanan sebagai tutor rnembutuhkan pemikiran lebih dalam tentang hubungan ide ide yang terdapat di dalam materi tertentu.

Tujuan penting lain dari pembelajaran kooperatif adalah untuk rnengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Keterampilan ini amat penting untuk dimiliki di dalam masyarakat di mana banyak kerja orang dewasa sebagian besar dilakukan dalam organisasi yang saling bergantung sama lain dan di mana masyarakat secara budaya semakin beragam. Sementara itu, banyak anak muda dan orang dewasa masih kurang dalam keterampilan sosial. Situasi ini dibuktikan dengan begitu sering pertikaian kecil antara individu dapat mengakibatkan tindak kekerasan atau betapa sering orang menyatakan ketidakpuasan pada sa at diminta untuk bekeda dalarn situasi kooperatif

Dalam pembelajaran kooperatif tidak hanya mempelajari materi saja. Namun siswa juga harus mempelajari keterampilan-keterampilan khusus yang disebut keterampilan kooperatif. keterampilan kooperatif ini berfungsi untuk melancarkan hubungan, kerja dan tugas. Peranan hubungan kerja dapat di bangun dengian mengembangkan komunikasi antar anggota kelompok sedangkan peranan tugas dilakukan dengan membagi tugas antar anggota kelompok selama kegiatan.

Keterampilan keterampilan kooperatif tersebut antara lain sebagai berikut ( Lundgren, 1994)
Keterampilan kooperatif tingkat awal
Meliputi: (a) menggunakan kesepakatan; (b) menghargai kontribusi; (c) mengambil giliran dan berbagi tugas; (d) berada dalam kelompok; (e) berada dalam tugas; (f) mendorong partisipasi; (g) mengundang orang lain untuk berbicara; (h) menyelesaikan tugas pada waktunya; dan (i) menghormati perbedaan individu.

Keterampilan kooperatif tingkat menengah
Meliputi: (a) menunjukkan penghargaan dan simpati; ( b) mengungkapkan ketidaksetujuan dengan cara yang dapat diterima; (c) mendengarkan dengan aktif; (d) bertanya; (e) membuat ringkasan; (f) menafsirkan; (g) mengatur dan mengorganisir; (h) menerima, tanggung jawab; (i) mengurangi ketegangan

Keterampilan kooperatif tingkat mahir
Meliputi: (a) mengelaborasi; (b) memeriksa dengan cermat; (c) menanyakan kebenaran; (d) menetapkan tujuan; (e) berkompromi

Tingkah Laku mengajar ( Sintaks)

Terdapat langkah utama atau tahapan di dalam pelajaran yang menggunakan pembeiajaran kooperatif yaitu:
1. pelajaran di mulai dengan guru menyampaikan tujuan pelajaran dan memotivasi siswa
belajar.
2. Penyajian informasi, seringkali dengan bahan bacaan daripada secara verbal.
3. Selanjutnya siswa dikelompokkan ke dalam tim tim belajar.
4. Bimbingan guru pada saat siswa bekerja bersama untuk menyelesaikan tugas bersama
mereka.
5. Presentase hasil akhir kerja kelompok, atau evaluasi tentang apa yang telah mereka pelajari
6. Memberi penghargaan terhadap usaha usaha kelompok maupun individu.

Senin, 09 Februari 2009

The Kindle 2: Bentuk buku masa depan



The Kindle 2: the ebook could be the future of books
The Kindle 2 is thin, fast, and far better than reading from a computer screen but does Amazon's new eBook beat a real book? Tom Leonard beats the crowds in New York to have a look.



If this is the future of literature, then I can only say I'm very glad I didn't drop it. More illuminated medieval manuscript than airport novel, the wafer-thin Kindle 2 sits in your hand like a small, fragile bird. Wrap this one up in your beach towel and forget about it at your peril.
Amazon calls the flat panel its "purpose-driven reading device" but it's hard to work out whether it's really a book designed by a computer lover or a computer designed by a book lover.
In its monochrome simplicity – white surround, grey screen, black text – seems to be saying that it wants to be a book. But its technical wizardry – the 60-second internet synching and built-in dictionary - speaks instead of its computer aspirations.
Fans of iPods, iPhones and BlackBerrys will be reassured by the tininess of the buttons and the six-inch diameter screen. The keyboard appears to have been designed for a dormouse.
But it is quick. I was able to download (for the price of $9.99) a copy of the popular novel The Guernsey Literary and Potato Peel Pie Society in about 30 seconds. If I wanted to break off and, say, peel potatoes, the Kindle could read to me in a voice like a speeded up Stephen Hawking. Fine for a text book, maybe, but not Gone With The Wind.
The page turning button works smoothly but, personally, I'd rather see more than four paragraphs on the page at a time. The literary experience becomes something like reading a rather long text message, and then another, and another.
But – and it's an important but – it is much more pleasant than reading from a computer. There is virtually no screen glare and there are 16 shades of grey for background.
Optimistically for publishers and writers, you can see why fans say it has encouraged them to read more widely. For those who won't miss the feel, the weight and – of course – the smell of a book, Kindle may do the trick.

Bocah 8 Tahun Menjadi Professional IT Termuda

Marko Calasan, from Skopje, the capital of Macedonia, has become the world's youngest certified computer system administrator.

"I'd like to be a computer scientist when I grow up and create a new operational system," he said.

Marko, whose favourite subject at school is mathematics, learnt to read and write at the age of two, which was when his interest in computers began.

The news of his achievement has turned him into a celebrity in Macedonia.
His mother Radica, 37, said that her son displayed "exceptional learning abilities at a very early age" and that she and her husband, who run a computer school, call on Marko to help solve technical problems when they crop up.

"He is obviously extraordinary gifted, but children above the age of six could learn much more about computers than generally assumed," she said.

Marko is also fascinated by physics and astronomy and struggled to sleep the night before the launch of the Big Bang experiment at the underground facility of the European Organisation for Nuclear Research in Switzerland.

Marko said: "The media said it could cause the end of the world, but there was never any danger of that."

Seorang bocah berusia delapan tahun telah menjadi profesional IT termuda sepanjang sejarah setelah melewati ujian untuk mendapatkan sertifikasi Microsoft. Marko Calasan dari Skopje, ibukota dari Macedonia telah menjadi administrator sistem komputer bersertifikat termuda di dunia. Marco mengatakan bahwa ia "ingin menjadi ilmuwan komputer saat saya besar nanti dan membuat sebuah sistem operasi baru," katanya. Marco yang gemar pelajaran matematika di sekolah, sudah belajar membaca dan menulis pada usia dua tahun, di mana ia pertama kali mulai menunjukan minatnya pada komputer. Berita pencapaiannya telah mengubahnya menjadi seorang selebriti di Macedonia. Ibu Marco Radica, 37, mengatakan bahwa anaknya telah menunjukan "bakat belajar yang luar biasa sejak kecil" dan ia bersama suaminya yang menjalankan sekolah komputer sering meminta bantuan Marco saat mereka mengalami masalah teknis. "Ia jelas sangat berbakat, namun anak-anak yang berusia di atas enam tahun sudah dapat mempelajari komputer lebih cepat dari asumsi sebagaian besar orang," katanya. Marco juga tertarik dengan pelajaran fisika dan astronomi dan mengalami kesulitan untuk tidur di malam sebelum diluncurkannya eksperimen Big Bang di fasilitas bawah tanah dari European Organisation for Nuclear Research di Swiss. Marco mengatakan bahwa "media mengatakan bahwa ini dapat menyebabkan akhir dari dunia, namun rasanya hal tersebut tidak berbahaya." Klik di sini untuk sumber artikel.

Ilmuwan Australia Buat Internet 100 Kali Lebih Cepat

COMPUTER users frustrated by slow internet connections could soon be surfing the web 100 times faster, all thanks to new Australian technology.

University of Sydney scientists say they have developed a new technology that could speed up the internet - and not cost users an extra cent.

Described as "a small scratch on a piece of glass'', the university's photonic integrated circuit boosts the performance of traditional optic fibres, Professor Ben Eggleton said.

"This circuit uses the 'scratch' as a guide or a switching a path for information - kind of like when trains are switched from one track to another - except this switch takes one picosecond to change tracks,'' Prof Eggleton said of the technology developed over the past four years.

"This means that in one second the switch is turning on and off about one million times.''
"Currently we use electronics for our switching and that has been OK, but as we move toward a more tech-savvy future there is a demand for instant web gratification.''

Prof Eggleton said initial testing of the technology showed it was possible to achieve internet speeds 60 times faster than the current Telstra network.


But if developed further, the circuit could reach speeds 100 times faster, he said.
"This is a critical building block and a fundamental advance on what is already out there,'' Prof Eggleton said.


"We are talking about networks that are potentially up to 100 times faster without costing the consumer any more.''



Pengguna komputer yang frustasi dengan koneksi internet lambat sebentar lagi dapat menelusuri web 100 kali lebih cepat berkat teknologi baru dari Australia. Ilmuwan dari Universitas Sydney mengatakan bahwa mereka telah mengembangkan teknologi baru yang dapat mempercepat internet tanpa membebankan biaya tambahan kepada pengguna. Digambarkan sebagai "retak kecil pada sebuah gelas," sirkuit photonic yang terintegrasi ini meningkatkan kinerja serat optik tradisional, kata Profesor Ben Eggleton. "Sirkuit ini menggunakan retakan sebagai pedoman atau jalur informasi, mirip seperti kereta yang dapat berpindah dari satu rel ke rel lain, tetapi perpindahan ini hanya membutuhkan waktu satu picodetik. Ini berarti dalam satu detik tombol ini aktif dan non-aktif sekitar satu juta kali." Prof Eggleton mengatakan bahwa teknologi ini telah dikembangkan selama empat tahun terakhir. Saat ini kita masih menggunakan elektronik untuk switching yang bekerja cukup baik, tetapi dengan majunya kita menuju masa depan berteknologi tinggi, pemakai menginginkan internet yang memuaskan. Prof Eggleton mengatakan pada pengujian awal teknologi ini menunjukkan kemungkinan memperoleh kecepatan internet sampai dengan 60 kali dari jaringan Telstra yang ada sekarang. Jika dikembangkan lebih lanjut, sirkuit ini dapat menghasilkan kecepatan sampai dengan 100 kali, katanya. "Kita berbicara mengenai jaringan yang memiliki potensi peningkatan kecepatan sampai dengan 100 kali tanpa membebankan pelanggan dengan biaya lebih."

Senin, 12 Januari 2009

INI ALAMAT BLOG UNTUK UAN

Fisika
Hubungi Pak unggul SMA PL Yogyakarta
unggul4fisika@gmail.com atau fisikapl@gmail.com
Alamt blog :
http://fisikapl.blogspot.com/


Kimia
Hubungi Pak unggul SMA Pl Yogyakarta
unggul4fisika@gmail.comatau fisikapl@gmail.com Alamt blog : http://www.kimiapl.blogspot.com/

Bahasa Indonesia
Hubungi Pak unggul SMA Pl Yogyakarta
unggul4fisika@gmail.comatau fisikapl@gmail.com Alamt blog : http://www.bahasaindonesiaypl.blogspot.com/

Sosiologi dan Antropologi
Hubungi Pak Hendartmo SMA PL solo
http://www.sosioantropl.blogspot.com/

Biologi
Hubungi pak ris sma pl Jakarta:
pakhrisps@yahoo.com
Alamat blog:
http://www.biologipl.blogspot.com/

Geografi :
Hubungi Pak Doso SMA PL Sedayu
Alamt blog:
http://www.geografiypl.blogspot.com/

Matematika
MatematikaHubungi Pak suwarinto SMA PL Vanlid
Alamt blog:
http://www.mathpalu.blogspot.com/


Ekonomi Akutansi
Hubungi Bu Ratna SMA PL donbosco Semarang
Alamt blog:
http://www.ekonomipl.blogspot.com/


Bahasa Inggris
Kayaknya alamt dibend sama google dianggap spam soalnya tidak diperbaharui/ jadi blognya sudah dihapus
tetapi dapat saya ganti menjadi alamat baru yang berminat mengelola blog ini .

alamat yang baru http://www.bahasainggrispl.blogspot.com/
silahkan hubungi saya unggul4fisika@gmail.com atau fisikapl@gmail.com

Saya mengharapkan guru-guru dari yayasan pangudi luhur untuk menyumbangkan materi uan dsm untuk blog ini kasihan

Jumat, 14 November 2008

Arti Kebahagiaan

Mungkin cerita ini akan menginspirasi kita makna sebuah kebahagian.

Pada suatu masa, ada seseorang yang merasa hampa dengan hidupnya. Dia telah memiliki segalanya yang diinginkan oleh seorang manusia dalam hidupnya. Dia memiliki materi, harta kekayaan yang tiada banding...dia memiliki pasangan yang mencintainya. Dia mendapat penghargaan dan pengakuan dari orang - orang di sekelilingnya. Hanya satu hal yang tidak dimiliki olehnya, yaitu... Merasakan artinya Kebahagiaan.
Bertanyalah ia kepada setiap orang di penjuru negeri, siapa orang yang dapat mengajarkan kepada dia tentang rahasia kebahagiaan. Akhirnya, seorang tua penasihatnya berkata kepadanya "Kalau kau ingin belajar tentang rahasia kebahagiaan, belajarlah dari orang yang paling bijaksana di dunia. Kau harus melewati tujuh gurun dan tujuh samudera untuk bertemu dengannya".
Mendapat petunjuk dari penasihatnya, berangkatlah orang ini berkelana mencari orang yang paling bijak di dunia tersebut. Setelah melewati tujuh gurun dan mengarungi tujuh samudera, sampailah ia di suatu tempat yang sangat indah, tenang dan damai. Di tengah - tengah tempat tersebut, terdapat sebuah istana yang indah dan menjulang tinggi. Disanalah orang bijak itu tinggal.
Si Pengelana memasuki istana untuk melihat - lihat sekelilingnya. Dilihatnya begitu banyak orang melakukan berbagai kegiatan. Orang - orang berbincang di sudut - sudut, orkestra kecil memainkan musik yang lembut dan ada sebuah meja yang dipenuhi dengan makanan - makanan terlezat yang ada di belahan dunia tersebut. Si orang bijak bercakap - cakap dengan setiap orang, dan sang pengelana harus menunggu begitu lama sebelum akhirnya dia mendapat perhatian dari si orang bijak. Orang Bijak itu mendengarkan dengan penuh perhatian keterangan dari sang pengelana tentang alasan dia datang, tujuan ia bertemu dengan si orang bijak. Si orang bijak berkata "sebelum aku menerangkan kepadamu tentang Rahasia Kebahagiaan…ada satu hal yang aku ingin kau lakukan". "Apa itu...wahai Bapa sang Bijak..?" tanya sang pengelana. "Karena kamu baru saja tiba di duniaku ini, aku ingin kamu melihat - lihat istanaku. Sambil kau berkeliling, bawalah ini" ujar si Orang Bijak sambil menyodorkan sebuah sendok teh dengan dua tetes minyak didalamnya. "Bawalah sendok ini, tanpa menumpahkan minyaknya" ujar si Orang Bijak. Si pengelana mulai berkeliling di istana tersebut, naik turun tangga - tangga istana dengan pandangan tetap ke arah sendok itu.Setelah cukup lama berkeliling, akhirnya si pengelana itu kembali lagi ke tempat si Orang Bijak berada.
"Nah" tanya orang bijak itu "Apakah kamu lihat tapestri Persia yang tergantung di ruang makanku..? Apakah kamu melihat taman indah yang ditata pakar pertamanan selama puluhan tahun itu…? Apakah kamu memperhatikan Lukisan karya maestro yang menghiasi dinding dan langit-langit istanaku ini…? " Si Pengelana merasa malu, dan mengaku kalau ia tidak memperhatikan apa - apa. Perhatiannya hanya tertuju pada minyak di sendok itu supaya tidak tumpah. Seperti yang dipercayakan si Orang Bijak kepada dirinya.
"Kembalilah dan perhatikan duniaku yang mengagumkan ini" kata si Orang Bijak. "aku tidak ingin kamu sia-siakan waktu ditempat ini, tanpa sempat melihat keindahan tempat ini" Dengan perasaan gembira, si pengelana itu mengambil kembali sendoknya dan kembali menjelajahi istana itu. Kali ini dia memperhatikan semua yang ada di istana itu, Tapestri persia di ruang makan, lukisan indah yang menghiasi dinding dan langit - langit atap istana, semua karya seni yang ada di istana tersebut, dan mengagumi selera dibalik pemilihan segenap hal yang ada di sana.
Sekembalinya dia ke orang bijak itu, dia mengungkapkan secara terperinci semua hal yang dilihatnya. "Tapi, mana minyak yang kupercayakan kepadamu..? " tanya si Orang Bijak Memandang ke sendok yang dipegangnya, si pengelana melihat minyak tadi telah hilang.
"Baiklah, hanya ada satu nasihat yang bisa kuberikan kepadamu" kata manusia terbijak itu. "Rahasia Kebahagiaan adalah….melihat semua keindahan dunia, dan tak pernah melupakan tetesan minyak di sendok"….
Oleh : Yan Pratomo Ruchi

PIACE OF MIND






Mengapa didalam dunia bisnis/sekolah orang sering sekali bersaing secara tidak sehat,misalkan melakukan trik - trik kotor untuk menjatuhkan para pesaingnya.Apakah dengan melakukan hal ini kita bisa sukses dan menemukan Kedamaian Pikiran.Sedangkan tujuan setiap orang untuk berbisnis adalah untuk mencapai sukses dan memiliki Kedamaian Piiran.Menurut hemat saya Kedamaian pikiran jauh lebih penting dari pada hanya sekedar sukses secara materi.Dengan Kedamaian pikiran yang kita nikmati sepanjang jalan menuju kesuksesan kita,kita akan dapat memperkaya diri kita dengan kekayaan mental kita,selain itu kedamaian pikiran akan membuat diri kita lebih sehat.Dengan melakukan persaingan bisnis yang kotor sebetulnya pelaku bisnis ini memiliki dan mengembangkan " Mentalitas Kelangkaan ",dimana mereka beranggapan bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini langka adanya,jadi mereka perlu untuk mendapatkan terlebih dahulu sebelum di rebut oleh orang lain.




Mari kita kembali kepada tujuan tuhan menciptakan alam semesta ini,tuhan menciptakan alam semesta ini penuh dengan kelimpahan,dimana manusia yang menempati alam semesta ini sebetulnya hidup dalam berkelimpahan.Namun untuk bisa membuat kita makmur tidak ada sesuatu yang gratis,kita perlu memperjuangkan untuk meraih kemakmuran ini.Satu lagi kemurahan hati tuhan bahwa manusia diciptakan oleh tuhan dengan dilengkapi dengan berbagai tools yang melekat pada tubuh kita,yaitu " Pikiran dan system ",System misalkan adalah sistem pernafasan kita,sistem peredaran darah kita ,perasaan dan fisiologi dsb,sedangkan pikiran adalah kemampuan seseorang untuk berpikir dan memecahkan segala masalah secara kreatif.




Kita bisa membentuk pikiran kita agar dapat berfungsi lebih efisien dan lebih baik,sehingga kita dapat mengupayakan segala tindakan untuk mencapai sukses yang kita inginkan.Orang yang memiliki " Mentalitas kelimpahan " selalu berpikir bahwa segala yang ada didunia ini serba melimpah.Dia berpikir bagaimana mencapai kemakmuran dengan mengembangkan berbagai keterampilan agar bisa meraih apa yang diinginkan dan disediakan oleh alam semesta ini.Dalam berbisnis orang yang memiliki Mentalitas Kelimpahan,selalu berpikir dan memfokuskan diri bagaimana mengembangkan keterampilannya,mengembankgan competitive advantage dari bisnisnya,memciptakan peluang dan melakukan tindakan yang positif.Orang dengan mentalitas kelimpahan tidak pernah punya waktu untuk berpikir bagaimana caranya menjatuhkan pesaingnya,mereka berpikir bahwa munculnya pesaing akan mendorong dirinya untuk meningkatkan skill,kualitas produk,melakukan divesifikasi produk/usaha dan meningkatkan competitive advantage atas bisnisnya,sehingga pesaingnya tidak dapat merebut pangsa pasarnya.




Orang yang memiliki mentalitas kelimpahan,selalu optimis dan percaya diri bahwa dengan memperkuat dirinya sendiri,berarti dapat mengalahkan pesaing-pesaingnya.Orang yang memiliki mentalitas kelimpahan selalu dengan senang hati mengevaluasi dirinya sendiri,belajar hal-hal baru,mengembangkan alternatif-alternatif baru dan kreatif serta selalu waspada.Dengan membangun mentalitas kelimpahan kita akan hidup sejahtera dan dipenuhi dengan " Kedamaian Pikiran ".Inilah tujuan akhir setiap orang yang tinggal di muka bumi ini. Temukan " Kedamaian Pikiran " sepanjang jalan menuju sukses anda.



From:Sogianto Hartono dalam 'http://www.andriewongso.com/
HP : 0813-64808061 Batam